DEPOKPOS – Mahasiwa Progrom Studi Akuntansi Universitas Pamulang menyelenggarakan kegiataan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) dengan tema “Pentingnya Media Sosial Bisnis Terhadap Promosi Online Bagi UMKM Rt. 01/Rw. 07 Cipadu, Kota Tangerang”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 30 November 2025 bertepat di kediaman salah satu pelaku UMKM, dan diikuti oleh 20 pelaku UMKM setempat. PMKM ini bertujuan untuk memberikan pemahamn dan praktik langsung dalam memanfaatkan platform media sosial sebagai alat promosi digitilan yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar.
Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun faktanya, masih banyak pelaku usaha yang belum sepenuhnya memanfaatkan peluang di era digital.
Data menunjukkan bahwa sekitar 35% UMKM belum mengoptimalkan digital marketing dan masih mengandalkan promosi konvensional seperti dari mulut ke mulut. Padahal, persaingan bisnis saat ini sangat bergantung pada kehadiran online.
Kondisi ini juga dialami oleh UMKM di Kelurahan Cipadu. Meskipun memiliki produk yang berkualitas, sebagian besar pelaku usaha belum memiliki akun bisnis atau belum tahu cara mengelola media sosial secara profesional. Akibatnya, potensi peningkatan penjualan menjadi terhambat.
Oleh karena itu, sosialisasi dan pelatihan ini menjadi sangat krusial untuk membekali UMKM Cipadu dengan keterampilan digital agar produk mereka dapat bersaing dan dikenal lebih luas.
Kegiatan PMKM di Cipadu dipadatkan dengan materi, sesi tanya jawab dan sesi praktik.
Mahasiswa memberikan penyampain materi mengenai pentingnya media sosial seperti Instagram dan Tiktok sebagai etalase digital. Peserta diajarkan tahapan fundamental, mulai dari membuatkan konten visual dan narasi yang menarik, mengatur jadwal upload, serta menulis caption promosi yang menarik.
Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Pada sesi ini, para peserta UMKM mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan media sosial bisnis, khususnya mengenai cara membuat link WhatsApp yang dapat dipasang di platform seperti Instagram, Facebook, maupun marketplace.
Peserta ingin memastikan bahwa pelanggan dapat menghubungi mereka secara langsung dengan lebih mudah dan cepat. Pertanyaan yang muncul cukup beragam, mulai dari cara membuat link otomatis menuju pesan tertentu hingga cara menempatkannya pada kolom bio atau caption promosi.
Setelah sesi diskusi, kegiatan berlanjut ke praktik langsung, di mana peserta dibimbing untuk membuat dan menguji link WhatsApp masing- masing.
Pendamping memberikan contoh langkah-langkah detail, kemudian peserta mencoba mempraktekkannya secara mandiri melalui ponsel mereka. Proses ini berjalan cukup dinamis karena beberapa
peserta baru pertama kali menggunakan fitur tersebut. Namun demikian, seluruh peserta berhasil membuat link WhatsApp yang siap dipasang pada akun media sosial bisnis mereka.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang pentingnya identitas digital yang rapi dan profesional, tetapi juga mampu membuat akun media sosial bisnis yang lebih tertata, seperti menggunakan foto profil usaha, menuliskan deskripsi singkat yang jelas, dan menambahkan link WhatsApp serta kontak lainnya.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan cara melihat insight atau performa promosi, sehingga mereka dapat mengetahui seberapa efektif konten yang telah diposting dalam menjangkau calon pelanggan.
Sebagian peserta terlihat antusias dalam mencoba teknik foto sederhana yang telah diajarkan sebelumnya. Beberapa di antara mereka langsung mengunggah konten baru ke akun bisnis masing- masing, menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat langsung diterapkan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti oleh 20 pelaku UMKM. Antusiasme peserta sangat terlihat dari banyaknya pertanyaan selama sesi materi maupun diskusi. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan kolaboratif, menggambarkan tingginya motivasi para pelaku usaha untuk berkembang di era digital.
Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM di Rt. 01 Rw. 07 Cipadu untuk memaksimalkan potensi media sosial sebagai sarana promosi. Dengan pemahaman dasar tentang branding digital, pembuatan konten, serta optimalisasi fitur WhatsApp dan media sosial lainnya, para pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan
jangkauan pasar, memperkuat citra usaha, dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.
Amanda Rachmi Putri Chila
