Pendampingan UMKM: Sinergi Mahasiswa IAI SEBI dalam Transformasi Bisnis Fashion Lokal

DEPOK – Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah IAI SEBI menjalin kolaborasi dengan pemilik UMKM Fashion RID’S CLOTH, toko pakaian streetwear di Bulak Timur, Cipayung, Depok.

Pendekatan observasi dan wawancara ini bertujuan mengikat empat pilar utama manajemen—pemasaran, operasional, SDM, dan keuangan—guna merumuskan rekomendasi aplikatif yang berdampak berkelanjutan.

Kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha ditekankan dalam pendampingan ini: mahasiswa dan pelaku usaha saling membantu, menginternalisasi prinsip-prinsip manajemen terbaik dalam praktik bisnis sehari-hari.

Temuan dan Tantangan

Hasil observasi tim menunjukkan RID’S CLOTH memiliki keunggulan kompetitif utama pada segmen harga yang sangat terjangkau, yang sangat menarik bagi target pasar anak muda di Depok.

1. Aspek Pemasaran (Marketing):

Keterbatasan Jangkauan

Tantangan terbesar yang ditemukan adalah RID’S CLOTH tidak memiliki media sosial atau platform online. Keterbatasan ini membuat toko sangat bergantung pada traffic lokal dan rekomendasi dari mulut ke mulut (word-of-mouth), sehingga membatasi potensi jangkauan pasar.

2. Aspek Operasional: Efisiensi Fast Moving

Toko menerapkan model fast-moving retail, di mana stok harus cepat berputar. Manajemen operasional masih sederhana: SOP tertulis belum tersedia untuk pengendalian stok barang yang cepat restock dan move out.

3. Aspek Sumber Daya Manusia (SDM): Pengembangan Skill Informal
Rekrutmen staf penjualan dilakukan melalui rekomendasi dari kerabat. Skill pengembangan staf masih dilakukan secara belajar sambil berjalan tanpa modul pelatihan formal, dengan fokus utama pada kejujuran dan keramahan.

4. Aspek Keuangan: Margin dan Pembukuan Sederhana

Untuk menjaga harga jual tetap rendah (misalnya Kaos Rp35.000), margin keuntungan per produk relatif tipis. Pencatatan transaksi dan alur kas masih manual (buku harian), yang berisiko mengurangi akurasi data saat volume penjualan meningkat.

Rekomendasi Strategis

Berdasarkan temuan tersebut, tim mahasiswa mengusulkan langkah konkret untuk mendorong perkembangan RID’S CLOTH dengan mengintegrasikan kaidah bisnis modern:

* Digitalisasi Pemasaran Fungsional: Mengingat target pasar adalah anak muda, RID’S CLOTH wajib mengaktifkan akun TikTok atau Instagram Reels.

Konten harus fokus menampilkan mix and match produk yang terjangkau, sehingga menarik traffic langsung ke toko.

* Standarisasi Operasional Fast Moving: Susun SOP sederhana untuk Manajemen Stock Turnover. Tentukan periode maksimal sebuah desain boleh berada di rak utama, setelah itu wajib dipindahkan ke sale rack untuk memaksimalkan perputaran modal.

* Penguatan SDM: Rekrutmen dapat dikombinasikan dengan uji coba kompetensi. Terapkan sistem penghargaan berbasis prestasi (misalnya insentif tertinggi bagi staf dengan omzet penjualan terbanyak) untuk mendorong profesionalisme.

* Pembukuan Digital Dasar: Beralih ke aplikasi pembukuan digital sederhana di ponsel. Langkah ini mempermudah analisis laba dan memberikan disiplin keuangan yang lebih akurat.

* Program Loyalitas Pelanggan: Ciptakan skema loyalitas sederhana, misalnya kartu stempel digital (Beli 10 Kaos Gratis 1). Pendekatan ini menjaga loyalitas pada merek secara keseluruhan, bukan hanya pada staf individu.

Integrasi Pendidikan dan Nilai Praktik
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mentransfer pengetahuan manajemen, tetapi juga menginternalisasi praktik bisnis secara nyata di lapangan. Pendekatan ini membuktikan bahwa kampus dapat menjadi jembatan pemberdayaan masyarakat, menciptakan laboratorium bisnis yang etis dan berkelanjutan.
Transformasi RID’S CLOTH melalui intervensi akademik tidak hanya meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi antar mahasiswa dan pelaku usaha.

Dokumentasi: Toko RID’S CLOTH, Bulak Timur, Cipanyung, Depok.

Oleh: Ahmad Sabiq Rabbani, Fadly Ramadhan, M Fathirunnajmi, Syamsi Ali Al Munawar Arsy