JAKARTA – Perhimpunan Dokter Seminat Terapi Ozon Indonesia (Pertozi) untuk pertama kalinya menggelar acara edukasi dalam format webinar nasional dengan tema “Low Dose Ozone Concept.”
Acara yang biasanya dilaksanakan dalam bentuk seminar ini kini beradaptasi menjadi webinar guna menjangkau peserta dari seluruh Indonesia secara daring.
Webinar dimulai pukul 08.30 WIB dengan sambutan oleh Dr. Djaja Surya Atmadja, Sp.F, Ph.D, SH, DFM, selaku Ketua Panitia, diikuti oleh Inspektur Jenderal Polisi Dr. dr. Asep Hendradiana, Sp.An-TI, Subsp.TI (K), M.Kes, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, serta Brigadir Jenderal Polisi Dr. Prima Heru Yulianto, M.Kes, M.H, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes POLRI.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Umum Pertozi, Dr. Dian Chaijadi, M.Biomed (AAM), ABAARM, yang menyatakan apresiasinya atas adaptasi acara menjadi webinar yang dapat diakses lebih luas oleh peserta dari berbagai wilayah.
Webinar ini menyoroti pentingnya Low Dose Ozone Concept sebagai pendekatan terapi ozon berbasis ilmiah yang aman dan efektif. Beberapa materi utama yang disampaikan meliputi: Pengenalan Dasar Ilmiah Terapi Ozon Medis oleh Dr. Peter Djoko Tjahjono, Low Dose Ozone Concept and Treatment Strategies oleh Dr. Dian Chaijadi dan Aplikasi Terapi Ozon yang Benar oleh Dr. Fanny Riawati Imanuddin.
Kemudian Aspek Farmakologis dan Biologi Radikal Bebas dalam Terapi Ozon oleh Prof. Dr. Frans D. Suyatna, Manfaat Terapi Ozon dalam Anti-Aging dan Luka Diabetes Necrotic oleh Dr. Cynthia Sugiharto dan Dr. dr. Muhammad Agung, PhD.
Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para narasumber dalam sesi diskusi yang dipandu oleh moderator.
Acara ditutup dengan rangkuman oleh Dr. Dian Chaijadi, yang menekankan bahwa penerapan Low Dose Ozone Concept merupakan inovasi penting dalam pengobatan modern berbasis bukti ilmiah. Sebagai webinar perdana, kegiatan ini menandai langkah baru bagi Pertozi dalam menjangkau peserta lebih luas melalui teknologi digital. ()
