DEPOKPOS – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan, merugikan, atau membahayakan dari suatu perbuatan atau tindakan. Risiko bisnis memilki perbedaan dengan bisnis yang berasuransi adalah risiko yang membawa peluang keuntungan dan kerugian.
Seorang pembisnis memiliki rencana dalam bisnis nya tetapi untuk menjalankan bisnis harus mengetahui dan menangani risiko. Semua pebisnis memiliki keputusan dalam menanganinya sampai batas tertentu. Apa saja kompenen penting dalam risiko bisnis? Berikut penjelasan mengenai risiko bisnis.
1. Risiko Pasar
Dalam bisnis menyediakan produk dan jasa yang di perjualkan dalam pasar dan muncul lah beberapa pertanyaan dalam menangani risiko seperti, cara memperkenalkan produk baru dan menarik pelanggan. Semakin inovatif produk baru, semakin besar risiko dalam pengenalannya karena persaingan bisnis dan produk cukup ketat. Maka itu, sebagai bisnis dalam pasar memiliki strategi pasar yang cukup baik dan memiliki inovatif yang menguntungkan maupun tidak merugikan.
2. Risiko Keuangan
Menjalankan keuangan dalam bisnis perlu mengetahui risiko yang akan terjadi, ada dua pertanyaan yaitu :
1. Berapa banyak uang yang di belanjakan?
2. Berapa banyak uang yang di hasilkan?
Berdasarkan logika ini, jelas bahwa risiko keuangan utama yang dihadapi bisnis adalah menghabiskan terlalu banyak uang dan tidak menghasilkan cukup pendapatan. Seperti, risiko arus kas keluar dan arus kas masuk yang menyebabkan perusahaan tidak dapat membayar gaji karyawan dan lainnya. Dengan demikia cara menangani risiko tersebut dengan pengendalian keuangan yang ketat, melakukan riset pasar, dan membuat rencana dalam arus kas masuk maupun arus kas keluar.
3. Risiko Operasional
Setia perusahaan memiliki operasional dalam memproduksi produk tapi disisi lain operasional memiliki risiko yang perlu di kendalikan dalam pengawasan. Risiko operasional terjadi dari peralatan, sistem operasional, dan karyawan baru. Maka itu, perusahaan perlu merencakan risiko operasional sebelum terjadi atau di masa yang akan datang, mengangganti peralatan, memantau sistem proses, dan menyediakan latuhan untuk karyawan baru.
4. Risiko Proyek
Menurut Hukum Murphy adalah hukum yang mengatur manajemen proyek. Hukum ini menyatakan bahwa jika sesuatu bisa salah, maka itu akan salah. Karena Hukum Murphy berlaku pada proyek, komponen penting dari manajemen proyek adalah manajemen risiko.
Cara strategi manajemen proyek adalah menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, sesuai anggaran, dan sesuai spesifikasi proyek sebagai kepuasan pelanggan. Jika proyek tidak menyelesaikan tepat waktu maka, menambah biaya anggaran, dan tidak sesuai spesifikasi akan ditolak pelanggan. Dari itu, risiko proyek perlu memantauan dan mengendalikan agar mengurangi risiko yang terjadi.
5. Risiko Regulasi
Risiko utama regulasi bukanlah peraturan yang ada. Sebagai bisnis menyadari ukuran regulasi adalah suatu aktivitas transaksi bisnis dalam lingkungan agar berjalan lancar dan tidak melanggarnya. Setiap negara memiliki peraturan dalam membangun perusahaan dan perusahaan harus memenuhi syarat agar aktivitas bisnis nya tidak mengalami risiko yang besar.
Kesimpulan
Dalam lingkungan bisnis banyak risiko yang tidak bisa dihindarkan tetapi bisa diminimalisir dengan cara di analisis objek dan membuat rencana risiko yang akan dihadapi sebelum terjadi atau di masa yang akan datang.
Ghaitsa Dzikra Fitri Nurwahida
Mahasiswi STEI SEBI
