<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SMPN 3 Depok Arsip - FWJ Indonesia</title>
	<atom:link href="https://fwji.or.id/tag/smpn-3-depok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwji.or.id/tag/smpn-3-depok/</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Aug 2025 03:54:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://fwji.or.id/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>SMPN 3 Depok Arsip - FWJ Indonesia</title>
	<link>https://fwji.or.id/tag/smpn-3-depok/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siswa dan Alumni SMPN 3 Depok Gelar Unjuk Rasa Tuntut Penuntasan Kasus Pelecehan</title>
		<link>https://fwji.or.id/siswa-dan-alumni-smpn-3-depok-gelar-unjuk-rasa-tuntut-penuntasan-kasus-pelecehan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2025 09:56:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 3 Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86967</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Ratusan siswa dan alumni SMPN 3 Depok melakukan aksi unjuk <a class="read-more" href="https://fwji.or.id/siswa-dan-alumni-smpn-3-depok-gelar-unjuk-rasa-tuntut-penuntasan-kasus-pelecehan/" title="Siswa dan Alumni SMPN 3 Depok Gelar Unjuk Rasa Tuntut Penuntasan Kasus Pelecehan" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://fwji.or.id/siswa-dan-alumni-smpn-3-depok-gelar-unjuk-rasa-tuntut-penuntasan-kasus-pelecehan/">Siswa dan Alumni SMPN 3 Depok Gelar Unjuk Rasa Tuntut Penuntasan Kasus Pelecehan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwji.or.id">FWJ Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Ratusan siswa dan alumni SMPN 3 Depok melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk dukungan kepada korban pelecehan yang diduga dilakukan oknum guru di sekolah tersebut. Selain itu, siswa dan alumni juga menuntut transparansi dan perlindungan untuk para korban.</p>
<p>Salah satu peserta aksi yang juga merupakan korban berinisial F, kepada depokpos mengatakan bahwa dirinya khawatir kedepannya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan atau bahkan diskriminasi dari pihak sekolah karena turut mengekspos kasus pelecehan tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya sebagai salah satu korban bersama yang lain turut serta dalam aksi ini agar kedepannya sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk semua siswa dalam  belajar, <em>nggak</em> ada rasa takut dan khawatir akan terulang lagi kejadian serupa,&#8221; tegas F.</p>
<p>Aksi tersebut sempat dibubarkan secara paksa oleh pihak keamananan sekolah dan kepolisian yang membuat siswa berhamburan memasuki gang-gang disekitar sekolah.</p>
<p>Pihak kemanan berdalih, aksi tersebut telah mengganggu lalulintas di depan sekolah.</p>
<p>Sebagian besar siswa menggunakan pakaian bebas karena masih dalam masa libur sekolah.</p>
<h3>Korban Bertambah jadi 13 Siswa</h3>
<p>Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang oknum guru SMP Negeri 3 Depok ini viral di media sosial melalui unggahan akun Instagram @sarahprasiskaa pada Rabu (21/5/2025).</p>
<p>Dalam unggahannya tersebut, pemilik akun mengatakan terdapat empat siswi yang berasal dari kelas 7 dan 8, yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru di SMP Negeri 3 Depok.</p>
<p>Berdasarkan perkembangan terbaru, pemilik akun @sarahprasiskaa mengatakan, sudah ada 13 orang yang terdiri dari siswi maupun alumni SMP Negeri 3 Depok, yang mengaku menjadi korban pelecehan oleh oknum guru tersebut.</p>
<p>Mereka mengaku mengalami pelecehan baik secara verbal maupun fisik di lingkungan sekolah.</p>
<p>“Korban saat ini bertambah empat orang, sehingga total sudah 13 korban. Dan bukan hanya pelecehan verbal,” tulis akun tersebut, dikutip pada Jumat (23/5/2025).</p>
<p>Artikel <a href="https://fwji.or.id/siswa-dan-alumni-smpn-3-depok-gelar-unjuk-rasa-tuntut-penuntasan-kasus-pelecehan/">Siswa dan Alumni SMPN 3 Depok Gelar Unjuk Rasa Tuntut Penuntasan Kasus Pelecehan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwji.or.id">FWJ Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/2025/05/Gambar-WhatsApp-2025-05-23-pukul-14.33.39_33166b18.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pelecehan di SMPN 3 Depok, Kepsek Malah Salahkan Siswa</title>
		<link>https://fwji.or.id/pelecehan-di-smpn-3-depok-kepsek-malah-salahkan-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 10:26:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 3 Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86926</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Kepala Sekolah SMPN 3 Depok, Ety Kuswandarini membantah adanya kasus <a class="read-more" href="https://fwji.or.id/pelecehan-di-smpn-3-depok-kepsek-malah-salahkan-siswa/" title="Pelecehan di SMPN 3 Depok, Kepsek Malah Salahkan Siswa" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://fwji.or.id/pelecehan-di-smpn-3-depok-kepsek-malah-salahkan-siswa/">Pelecehan di SMPN 3 Depok, Kepsek Malah Salahkan Siswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwji.or.id">FWJ Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Kepala Sekolah SMPN 3 Depok, Ety Kuswandarini membantah adanya kasus pelecehan seksual secara fisik yang dilakukan oleh oknum guru.</p>
<p>Ety menegaskan, pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru hanya dilakukan secara verbal, itupun karena dipancing oleh siswa.</p>
<p>“Ini berupa secara verbal, kata-kata yang itupun karena dipancing olah anak-anak,” kata Ety saat ditemui wartawan di SMPN 3 Depok, Kamis (22/5/2025).</p>
<p>&#8220;Karena dipancing oleh anak, bapak Ira itu terbawa (ucapan anak),&#8221; tambahnya.</p>
<p>&#8220;Setelah itupun kami melakukan pemanggilan ke Pak Ira dan siswa tersebut, setelah itu kami melakukan klarifikasi terhadap video percakapan tersebut dengan dihasilkan keputusan bahwa masalah ini telah selesai secara kekeluargaan,&#8221; kata Ety.</p>
<p>Lebih lanjut, Ety juga menyalahkan postingan akun instagram @sarahprasiskaa dengan menyebut masalah ini kembali mencuat setelah ada postingan dari akun tersebut.</p>
<p>&#8220;Postingan tersebut menjadi viral dan menggiring opini tentang pelecehan seksual fisik yang berakibat menghancurkan masa depan anak-anak seolah telah terjadi hubungan seksual yang faktanya adalah pelecehan secara verbal,&#8221; tambah Etty.</p>
<p>Selain itu, Etty menyebut korban pelecehan seksual secara verbal di SMPN 3 Depok hanya<strong> satu orang siswi.</strong></p>
<p>&#8220;Yang saya ketahui hanya satu siswa, yang lainnya saya tidak tahu,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sebelumnya, sejumlah siswi SMP di wilayah Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh salah satu oknum guru.</p>
<p>Pelatih Ekstrakurikuler Sekolah (Ekskul), Sarah yang juga saksi mata kejadian menyebut, jumlah korban pelecehan seksual mencapai tujuh siswi.</p>
<p>Korban pertama adalah V, seorang siswi kelas 7. Ia mengaku sering dilecehkan oleh oknum guru SMP tersebut.</p>
<p>Korban kedua kasus pelecehan seksual oleh oknum guru SMP di Depok adalah A, siswi kelas 8. Dia mengaku dilecehkan oleh pelaku saat sedang membagikan obat penambah darah kepada siswa kelas 7 pada tahun 2024 silam.</p>
<p>Di salah satu kelas tempat mengajar, pelaku melakukan pelecehan sebanyak 2-3 kali. Mengaku terkejut dan bingung, korban hanya mundur dan meninggalkan ruangan tersebut.</p>
<p>Korban selanjutnya adalah S, siswi kelas 8 yang tidak sengaja berpapasan dengan pelaku saat jam kosong. Ketika menghampiri pelaku untuk bersalaman, korban justru diminta untuk duduk.</p>
<p>Pelaku menyuruh korban S untuk duduk karena dianggap tidak sopan jika berbicara dengan guru. Korban S akhirnya duduk bersama pelaku,&#8221; tulis pemilik akun @sarahprasiskaa, dikutip Kamis (22/5/2025)</p>
<p>Selama berbincang, respons pelaku sesekali melakukan pelecehan terhadap korban S. Tak hanya sekali, S kerap mendapatkan perlakukan tidak senonoh dari pelaku, yakni dengan dirangkul saat bersalaman.</p>
<p>Korban keempat merupakan siswi kelas 7 berinisial F. Saat pelecehan terjadi, korban bersama temannya sedang berbincang dengan pelaku.</p>
<p>Saat sedang membenarkan dasinya, pelaku tiba-tiba menyentuh dasi korban dengan dalih membantu merapikan. Namun, korban merasa pelaku menyentuh bagian lain anggota tubuhnya.</p>
<p>Karena kaget, korban hanya terdiam. Setelah itu, pelaku pergi karena harus mengajar.</p>
<p>Artikel <a href="https://fwji.or.id/pelecehan-di-smpn-3-depok-kepsek-malah-salahkan-siswa/">Pelecehan di SMPN 3 Depok, Kepsek Malah Salahkan Siswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwji.or.id">FWJ Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://asset-2.tstatic.net/depok/foto/bank/images/Kepala-Sekolah-SMPN-3-Depok-Ety-Kuswandarini.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kepsek SMPN 3 Depok Bantah Ada Pelecehan Fisik Guru ke Murid</title>
		<link>https://fwji.or.id/kepsek-smpn-3-depok-bantah-ada-pelecehan-fisik-guru-ke-murid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 09:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 3 Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Virl]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86921</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepala Sekolah SMPN 3 Depok, Ety Kuswandarini membantah adanya kasus pelecehan seksual secara fisik yang dilakukan oleh oknum guru</p>
<p>Artikel <a href="https://fwji.or.id/kepsek-smpn-3-depok-bantah-ada-pelecehan-fisik-guru-ke-murid/">Kepsek SMPN 3 Depok Bantah Ada Pelecehan Fisik Guru ke Murid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwji.or.id">FWJ Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Kepala Sekolah SMPN 3 Depok, Ety Kuswandarini membantah adanya kasus pelecehan seksual secara fisik yang dilakukan oleh oknum guru.</p>
<p>Ety menegaskan, pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru berinisial I hanya dilakukan secara verbal, itupun karena dipansing oleh siswa.</p>
<p>“Ini berupa secara verbal, kata-kata yang itupun karena dipancing olah anak-anak,” kata Ety saat ditemui wartawan di SMPN 3 Depok, Kamis (22/5/2025).</p>
<p>&#8220;Karena dipancing oleh anak, bapak Ira itu terbawa (ucapan anak),&#8221; tambahnya.</p>
<p>&#8220;Setelah itupun kami melakukan pemanggilan ke Pak Ira dan siswa tersebut, setelah itu kami melakukan klarifikasi terhadap video percakapan tersebut dengan dihasilkan keputusan bahwa masalah ini telah selesai secara kekeluargaan,&#8221; kata Ety.</p>
<p>Lebih lanjut, Ety juga menyalahkan postingan akun instagram @</p>
<p>Selain itu, Etty menyebut korban pelecehan seksual secara verbal di SMPN 3 Depok hanya<strong> satu orang siswi.</strong></p>
<p>Sebelumnya, sejumlah siswi SMP di wilayah Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh salah satu oknum guru.</p>
<p>Pelatih Ekstrakurikuler Sekolah (Ekskul), Sarah yang juga saksi mata kejadian menyebut, jumlah korban pelecehan seksual mencapai tujuh siswi.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/DJ66x97JxXR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/p/DJ66x97JxXR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Sarah Prasiska Putri (@sarahprasiskaa)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Korban pertama adalah V, seorang siswi kelas 7. Ia mengaku sering dilecehkan oleh oknum guru SMP tersebut.</p>
<p>Korban kedua kasus pelecehan seksual oleh oknum guru SMP di Depok adalah A, siswi kelas 8. Dia mengaku dilecehkan oleh pelaku saat sedang membagikan obat penambah darah kepada siswa kelas 7 pada tahun 2024 silam.</p>
<p>Di salah satu kelas tempat mengajar, pelaku melakukan pelecehan sebanyak 2-3 kali. Mengaku terkejut dan bingung, korban hanya mundur dan meninggalkan ruangan tersebut.</p>
<p>Korban selanjutnya adalah S, siswi kelas 8 yang tidak sengaja berpapasan dengan pelaku saat jam kosong. Ketika menghampiri pelaku untuk bersalaman, korban justru diminta untuk duduk.</p>
<p>Pelaku menyuruh korban S untuk duduk karena dianggap tidak sopan jika berbicara dengan guru. Korban S akhirnya duduk bersama pelaku,&#8221; tulis pemilik akun @sarahprasiskaa, dikutip Kamis (22/5/2025)</p>
<p>Selama berbincang, respons pelaku sesekali melakukan pelecehan terhadap korban S. Tak hanya sekali, S kerap mendapatkan perlakukan tidak senonoh dari pelaku, yakni dengan dirangkul saat bersalaman.</p>
<p>Korban keempat merupakan siswi kelas 7 berinisial F. Saat pelecehan terjadi, korban bersama temannya sedang berbincang dengan pelaku.</p>
<p>Saat sedang membenarkan dasinya, pelaku tiba-tiba menyentuh dasi korban dengan dalih membantu merapikan. Namun, korban merasa pelaku menyentuh bagian lain anggota tubuhnya.</p>
<p>Karena kaget, korban hanya terdiam. Setelah itu, pelaku pergi karena harus mengajar.</p>
<p>Artikel <a href="https://fwji.or.id/kepsek-smpn-3-depok-bantah-ada-pelecehan-fisik-guru-ke-murid/">Kepsek SMPN 3 Depok Bantah Ada Pelecehan Fisik Guru ke Murid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwji.or.id">FWJ Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://beritabuana.co/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240507-WA0003_copy_540x277.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
